Saling Ejek, Rombongan Bupati dan Massa Wabup Jeneponto Bersitegang

25 Desember 2016 10:46
Ilustrasi bersitegang (int)

MAKASSAR,INIKATA.com – Pemilihan bupati dan wakil bupati Jeneponto baru digelar pada 2018 mendatang. Tapi suhu politik di daerah itu mulai memanas setelah rombongan dan massa Bupati Iksan Iskandar dan Wakilnya Mulyadi Mustamu bersitegang. Pemicunya masalah sepele yaitu diduga saling ejek.

Versi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Jeneponto M. Rusli Ramli mengatakan, peristiwa ini terjadi, Sabtu siang (24/12) sekitar pukul 14.30 Wita.

Bermula, ketika rombongan Bupati Iksan Iskandar pulang dari acara maulid salah satu rumah warga. Kemudian menuju ke rumah Plt Kadis BKDD Jeneponto Syamsi Lili di Kecamatan Bangkala yang menggelar kegiatan serupa.

Di lokasi itu juga tengah diadakan maulid nabi di Masjid Agung Allu, tiba-tiba terjadi keributan.

” Mereka (massa pak wakil) bersorak dengan menyebut tagline Bisa. Hingga terjadilah saling ejek,”ujar Ramli ketika dihubungi, Minggu (25/12/2016).

Setelah kejadian, Bupati bersama rombongan pulang dan beberapa diantaranya menuju ke Makassar bersama Bupati Iksan Iskandar.

” Saya mau mengklarifikasi. Tak ada penodongan senjata api dari kubu kami. Begitupun tak ada penghadangan. Hanya masalah kecil saja dan sudah selesai,”tuturnya.

Meski demikian Ramli menyayangkan insiden itu. Harusnya kata dia, kedua tokoh ini solid membangun Jeneponto . Apalagi pilkada masih lama.

” Pilkada masih lama. Tapi situasinya sudah memanas. Baiknya pikirkan pembangunan saja,”katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu dikonfirmasi mengakui adanya insiden tersebut. Bahkan dalam insiden itu, salah seorang ajudan Bupati Iksan sempat mengeluarkan senjata api.

“Saya berusaha meredam situasi. Tiba-tiba salah seorang ajudan pak Iksan mengeluarkan senjata api. Tapi saya bilang kasih masuk itu. Kalau kamu mau tembak, tembak saja saya jangan kepada warga. Dan ajudan itu pun mengurungkan niatnya,”ujar Mulyadi.

Mulyadi menuturkan tak tahu menahu apa penyebab kejadian itu mungkin saja saling ejek antara rombongan bupati dan massanya. Karena kebetulan rumah Plt Kadis BKDD berhadapan dengan Masjid Agung Allu.

” Warga mengundang kami (saya dan pak Iksan Iskandar) hadiri maulid nabi di masjid tersebut.Tapi pak Iksan memilih menghadiri maulid nabi di salah satu rumah warga di Desa Garangtikang,”katanya.

Jarak antara Desa Garatikang dan Masjid Agung Allu, Kecamatan Bangkala sekitar 5 Kilometer. Sekembalinya dari situ, Iksan mampir kerumah Plt BKDD yang kebetulan berhadapan dengan masjid agung Allu.

Kala itu, dia tengah menyapa warganya setelah menghadiri maulid.

” Tiba-tiba terjadi adu mulut dan saling ejek.Antara warga setempat dan rombongan pak Bupati. Kebetulan di Kecamatan Bangkala adalah basis saya,”katanya.