Survei JSI: Publik Puas Kinerja Wali Kota Makassar

5 Januari 2017 17:36
Arif Saleh

JAKARTA, INIKATA.com– Usaha dan kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menata pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak sia-sia selama tiga tahun terakhir. Itu tercermin dari tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Berdasar hasil survei kebijakan publik yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Desember 2016, ada 77,05% yang mengaku cukup puas terhadap kinerja Ramdhan Pomanto selama memimimpin ibu kota Sulsel tersebut. Danny, sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto dipersepsikan sukses menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Baca juga: JSI: RMS Bisa Jadi Penentu di Pilkada Sidrap

“Kepuasan publik terhadap kinerja pemkot berbanding dengan kepuasan publik untuk berbagai bidang. Seperti pelayanan publik, infrastruktur, penegakan hukum, ekonomi, sosial dan politik. Itu di atas 70% semua,” sebut Supervisor Pemenangan JSI, Arif Saleh dalam rilisnya, Kamis (5/1/2016).

Arif menguraikan, di survei yang melibatkan 440 responden dengan teknik multistage random sampling, juga merekam respon publik terhadap beberapa program unggulan yang diterapkan Danny. Seperti Makassar Tidak Rantasa, Lorong Garden, Makassar Home Care, serta Makassar Smart City. “Dari beberapa program unggulan itu, rata-rata di atas 60% mengaku cukup puas,” tambah Arif.

Menurut Arif, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemkot Makassar tidak terlepas dari kepemimpinan Danny yang dinilai cukup meyakinkan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Kota Makassar. Begitu pun janji-janji politiknya saat maju mencalonkan diri di pilkada lalu, lebih 60% responden mengakui sudah merealisasikannya.

Hanya saja, lanjut Arif, yang mesti diperhatikan Danny dan jajaran pemkot, serta semua stakholder adalah penanganan stabilitas keamanan masyarakat. Mengingat, dari berbagai item yang dimasukkan di survei, paling banyak dibutuhkan adalah jaminan keamanan. Tercatat, ada 32,27%. Disusul harapan publik, yakni penciptaan lapangan kerja yang luas, 23,64%. Lainnya di bawah 10%.

Disinggung mengenai dukungan publik terhadap Danny untuk Pilkada 2018 mendatang, Arif mengakui jika tingkat kesukaan dan elektabilitas kepala daerah berlatar belakang arsitek itu masih sangat tinggi. Angkanya menembus di atas 50%.

“Semakin sedikit figur yang disimulasikan, elektabilitas Danny semakin tinggi. Begitupun simulasi pasangan, siapapun yang dijadikan pendamping, masyarakat tetap menerima,” tambah Arif yang lembaganya pernah mendapatkan Rekor MURI paling presisi hasil quick count di pilkada.

Baca juga: Versi JSI: Alat Peraga Ini Paling Banyak Diminati Pemilih di Takalar

Ia memaparkan, dari berbagai figur yang dimasukkan di survei, ada dua nama yang memungkinkan bisa menjadi rival. Masing-masing, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal dan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. Pasalnya, elektabilitas dua figur itu berada di bawah Danny. “Syamsu Rizal itu.(**)