AMPG Instruksikan OKP Kekaryaan di Sulsel Gabung KNPI Versi Yasir Mahmud

5 Januari 2017 19:22
Sekjen AMPG Andi Nursyam Halid

MAKASSAR, INIKATA.com– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Pusat, Andi Nursyam Halid (ANH) mengintruksikan kepada seluruh organisasi kepemudaan (OKP) kekaryaan di Sulawesi Selatan untuk bergabung dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel di bawah kepengurusan Yasir Mahmud.

“Ini tidak terkait ingin meng-Golkar-kan KNPI, karena dalam KNPI semua warna ada. Cuma saya selaku Sekjen AMPG wajib mengarahkan OKP kekaryaan untuk mengikuti KNPI yang sah dan benar,” kata Sekjen AMPG Andi Nursyam Halid, didampingi Ketua KNPI Sulsel Yasir Mahmud, Kamis (5/1/2016).

Menurutnya, KNPI di Indonesia hanya satu, seharusnya pemerintah dan dinas terkait harus mengakui SK terakhir.

Baca juga: Menuju Pilgub Sulsel, Gerindra: Yasir Mahmud Harus Tentukan Pilihan

Dalam peraturan pemerintah di Mendagri bahwa semua ormas ataupun wadah perkumpulan yang dibuat harus ada kata-kata perkumpulan di depannya.

“Jangan diperdebatkan masalah perkumpulan atau komite, karena sekarang ini ketika mengurus izin harus ada kata-kata perkumpulan di depan. Misalnya Kosgoro, itukan perkumpulan Kosgoro, jadi itu dulu yang harus dipahami,” jelas adik Nurdin Halid ini dalam rilisnya.

Jadi, kata Andi Nursyam Halid, KNPI di bawah Ketua Umum Fahd El A Rafiq bukan merupakan KNPI baru dengan adanya kata-kata perkumpulannya, tapi ini KNPI yang mengikuti peraturan pemerintah.

“Peraturan pemerintah yang sekarang semua yang mengurus izin harus ada perkumpulan,” ujarnya.

Andi Nursyam menjelaskan pengajuan izin ke Depdagri tujuannya adalah untuk mengikut peraturan pemerintah yang sedang berlaku sekarang ini. Bukan mengajukan dengan tujuan mendirikan KNPI baru.

“Artinya dengan keluarnya SK terbaru, sehingga KNPI Kongres Papua sudah tidak sah lagi. Saya ini pimpinan sidang di Papua, dan orang yang tahu persis tentang kongres di Papua,” tegasnya.

Dirinya mengaku kongres yang berlangsung di Papua itu sah, tetapi dalam perjalanan ada AD/ART pasal 35 ayat 5 yang dilanggar, sehingga kawan-kawan pemuda menggelar Kongres Luar Biasa, dan terpilih Fahd El A Rafiq sebagai Ketua Umum KNPI.

“Setelah adanya KLB, sehingga kongres di Papua sudah dibatalkan secara otomatis, dan setelah keluarnya izin Menkumham dan Depdagri. Kemudian SK terbaru perubahan SK sebelumnya keluar pada 2 November 2016,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada seluruh pemuda di Sulsel itu bersatu, dan mendukung wadah penghimpunan yang sah di bawah Ketua Umum KNPI Yasir Mahmud.

Baca juga: Ini Nama-Nama Pengurus Transisi Golkar Sulsel Yang Sah

“Kita tidak boleh munafik bahwa pemerintah itu adalah mitra KNPI, jadi kawan-kawan pemuda juga harus berkomunikasi baik dengan pemerintah, begitu juga sebaliknya. Pemerintah juga harus mengakomodir kepentingan pemuda, agar bisa sama-sama membangun sulsel kedepan lebih baik,” kata Andi yang juga Wakil Ketua Umum KNPI Pusat.(**)