Konflik PKPI di Sulsel Makin Meruncing

12 Januari 2017 15:56
Ketua PKPI Sulawesi Selatan Suzanna Kaharuddin. (Foto:ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Kendati kepengurusan PKPI telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia namun konflik partai besutan Hendropriyono itu tetap memanas. Pasalnya, di tingkat Sulawesi Selatan masih terjadi dualisme kepemimpinan.

Ketua PKPI Sulawesi Selatan Suzanna Kaharuddin mengklaim bahwa dirinya yang sah Ketua PKPI di daerah ini. Kendati SK Kepengurusan ditingkat pusat Hendropriyono yang disahkan.

” Benar, pak Hendro yang diakui oleh pemerintah. Tapi saya yang ketua http://politik.inikata.com/read/tag/pkpiPKPI di Sulsel,”ujar Suzanna, Kamis (12/1/2017).

Dia beralasan, pertama; pengurusnya yang mendapat undangan oleh Ketua Umum Hendropriyono dirumah jabatannya bersama DPP Banten,Bengkulu, dan Manado. Bukan kepengurusan PKPI kubu Marzuki Hasan.

Kedua, SK Kepengurusan PKPI pada 2012 lalu masih berlaku. Dimana Ketua PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin dan Sekretaris Syamsul Bachri. Yang ditandatangani oleh Ketua Umum PKPI Irsan Noor dan Sekjen Samuel Samson.

” Dia (Marzuki Hasan) siapa yang menandatangani,”katanya.

Atas dasar itulah, ia mengklaim bahwa PKPI Sulsel yang sah adalah dirinya.Bukan Marzuki.

Terpisah, Ketua PKPI Sulawesi Selatan kubu Hendropriyono, Marzuki Hasan menuturkan, kepengurusan PKPI Suzanna sudah tak ada lagi. Sebab kepengurusannya berada di kubu Hendro.Bukan Irsan Noor atau Harisudarno.

Bahkan, kepengursannya pun mendapat undangan dari Hendro setelah pemerintah mensahkan.

” Disitu bisa dilihat siapa kubu siapa. Bukan Suzanna,”katanya.

Untuk lebih memastikan, Hendro akan melantik pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten PKPI se-Sulsel dalam bulan ini.Termasuk pengurus Dewan. Pimpinan Provinsi. (**)