Soal Pelemparan Mobil, Tim Media Bur-Nojeng Desak Polda Sulsel Turun Tangan

30 Januari 2017 21:55
Ketua Tim Media Bur-Nojeng, Subhan Alwi Hamu,

TAKALAR, INIKATA.com – Menjelang puncak acara pesta demokrasi di Kabupaten Takalar pada 15 Februari mendatang, saling serang tidak hanya terjadi lewat Isu, namun juga sudah serangan fisik.

Insiden kekerasan fisik terakhir terjadi siang tadi, Senin (30/1/2017) saat mobil iring iringan Bur-Nojeng melintas di depan posko Syamsari-Haji De’de di jalan poros Dusun Jempang, Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong.

Hal ini ditanggapi tegas Ketua Tim Media Bur-Nojeng, Subhan Alwi Hamu, dan meminta agar Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel turun tangan menangani kasus tersebut.

Sebab, lanjut Subhan, hal itu dinilai dapat meresahkan masyarakat dan mencederai nilai demokrasi dalam perhelatan lima tahun sekali itu.

Baca Juga: Pilkada Takalar Mulai Memanas, Mobil Iring Iringan Bur-Nojeng Dilempari Batu

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondany menegatakan, kasus tersebut telah dilidik motif dan pelakunya oleh aparat kepolisian.

Selain itu dia menegaskan, kepada dua paslon Calon Bupati Takalar, agar jangan karena Pilkada Takalar hingga keamanan se Sulawesi Selatan jadi rusak

Dicky melanjutkan akan segera bertemu dengan dua pasangan calon (Paslon) untuk membahas persoalan keamanan dan menekan kepada kedua Paslon agar menerima apapun hasil pilkada nantinya.

“Dalam waktu dekat kami akan ke Takalar untuk bertemu kedua Paslon dan menegaskan agar semuanya menerima apapun hasil pilkada nantinya,”tegasnya.(**)

Baca Juga: Fachruddin Berharap NH dan SYL Solid Menangkan Bur-Nojeng di Pilkada Takalar