Akbar Faisal Minta Bos PT. Freeport Minta Maaf ke Mukhtar Tompo

9 Februari 2017 20:38
Mukhtar Tompo

MAKASSAR,INIKATA.com-Anggota DPR RI asal Sulsel Akbar Faisal meminta Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Chappy Hakim melakukan permintaan maaf ke koleganya Mukhtar Tompo terkait insiden pemukulan yang dilakukannya.

“Sehubungan dengan insiden pemukulan yang dilakukan Presdir PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim, terhadap anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Hanura saudara. Muhtar Tompo seusai rapat kerja dgn perusahaan pertambangan di DPR-RI, dengan ini saya menyatakan protes. Sangat keras. Tindakan ini sungguh-sungguh keluar dari etika apapun. Perilaku barbar Presdir Freeport ini sekaligus penghinaan besar kepadapemerintah dan rakyat Indonesia,”ujar Akbar dalam relesnya, Kamis (9/2/2017).

Untuk itu dia meminta empat point:

1)Permintaan maaf dari saudara.Chappy Hakim sebagai pelaku tindakan barbar ini.

2)Meminta manajemen dikantor pusat Freeport Internasional di Amerika Serikat utk meminta maaf kepada saudara Muhtar Tompo selaku pribadi, kepada institusi DPR-RI, dan kepada Pemerintah Indonesia.

3) Meminta manajemen/kantor pusat Freeport Internasional untuk memberhentikan saudara Chappy Hakim sebagai Presdir PT Freeport Indonesia.

4) Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menghentikan sementara seluruh perjanjian dan kesepakatan dengan Freeport hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Sikap sangat keras ini perlu untuk menegakkan kehormatan Indonesia mengingat saudara Muhtar Tompo adalah wakil rakyat Republik Indonesia yang mendapat mandat resmi berdasarkan konstitusi Republik Indonesia. Penghinaan dan penganiayaan kepada Muhtar Tompo adalah penghinaan kepada rakyat Indonesia,”katanya.

Sebelumnya,anggota DPR RI asal Sulsel Muchtar Tompo mengaku diancam bahkan ditonjok oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Chappy Hakim.

Baca juga: Akbar Faisal: Jika Survei Bagus Saya Akan Maju di Pilgub Sulsel

Peristiwa itu terjadi usai rapat dengan seluruh perusahaan tambang bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (9/2). Bahkan, kejadian itu sontak membuat kaget seluruh undangan yang hadir di ruangan tersebut.

Mukhtar yang dikonfirmasi terkait peristiwa itu membenarkan adanya penganiayaan oleh bos freeport terhadap dirinya. Bahkan dirinya mengaku tak pernah punya masalah dengan Maroef.

Baca juga: Akbar Faisal Puji Kehebatan Rusdi Masse

“Komisi VII DPR RI mempertanyakan kepada freeport yang sampai saat ini tak kunjung membangun pabrik smelter. Padahal seluruh perusahaan tambang wajib memiliki smelter.”jelasnya.(**)