Tim Pemenangan SK-HD Akan Gugat Hasil Survei CRC di Pilkada Takalar

12 Februari 2017 20:56
Tim pemenangan SK-HD memprotes hasil survei yang dikeluarkan CRC terkait hasil Pilkada Takalar.

MAKASSAR,INIKATA.com – Tim pemenangan pasangan calon urut 2 Syamsari Kitta-Achmad Daeng Se’re akan menggugat hasil survei yang dikeluarkan oleh Celebes Research Center (CRC) terkait hasil pemilihan kepala daerah di kabupaten itu. Pasalnya hasil survei tersebut dinilai tidak menguntungkan pasangan bertagline Berua Baji.

Hal itu terungkap dalam jumpa pers, tim pemenangan SK-HD di Coffe Lovers Jalan Hertasning, Ahad (12/2/2017). Terdiri dari Koordinator Wilayah PKS Aksin Suarso, Ketua Tim Pemenangan Ariady Arsal, Tim Pengacara Ahmad Baskam, dan Ketua Tim Advokasi SK-HD, Abdullah Hasan.

Ketua Tim Advokasi SK-HD Abdullah Hasan mengatakan, ada beberapa hal yang dilanggar oleh CRC. Pertama, tidak memperhatikan ketentuan dalam Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2015 tentang Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Dimana dalam pasal 43 ayat 1 huruf e PKPU tersebut menyebutkan, lembaga survei tidak boleh berpihak, menguntungkan, atau merugikan peserta pilkada. Lembaga survei juga tidak boleh mengganggu tahapan pilkada, tetapi harus meningkatkan partisipasi masyarakat secara luas, mendorong terwujudnya suasana kondusif, aman, tertib, dan lancar.

Karena itu lembaga survei harus benar-benar melakukan wawancara dan tidak melakukan perubahan data di lapangan dan pemrosesan data menggunakan metodologi pencuplikan data atau sampling. Lembaga survei juga harus memberitahukan sumber dana, metodologi, jumlah responden, serta pelaksanaan survei tersebut.

Serta dengan menimbang dan. memperhatikan ketentuan pasal 36 ayat (5) huruf a UU no.32/2002Tentang Penyiaran,
Dengan ini kami Tim Pemenangan SK-HD kandidat nomor 2 di Pilkada Takalar.

“Apa yang dilakukan CRC membuat suasana tidak kondusif karena itu kami akan lakukan gugatan,”ujar Abdullah.

Lebih lanjut Tim Pengacara SK-HD, Ahmad Baskam menambahkan, gugatan itu akan dilayangkan Senin besok(13/2) di Panwaslu Takalar dan Polda Sulsel.

“Kami menduga CRC telah melakukan manipulas data dan tidak menjaga integritas lembaga survei karena itu kami minta asosisiasi lembaga survei mencabut izin CRC dan kami juga akan melapor ke Panwaslu dan ke polisi,”katanya.

Baca Juga: CRC: Tingkat Kepercayaan Masyarakat Takalar Terhadap Bur-Nojeng 95%

Ketua Tim Pemenangan SK-HD menuturkan, hasil survei CRC tidak sesuai kebenarannya. Misalnya saja, SK-HD disebutkan kalah di Kecamatan Galesong dan menang di Kecamatan Polambangkeng Utara.

“Masak pak Syamsari Kitta kalah di basisnya Galesong. Pilkada 2013 lalu dimana ada 7 pasang Syamsari menang telak. Apalagi ini hanya dua pasang saja,”ucapnya.

Sementara hasil survei SK-HD, pihaknya menang di Kecamatan Galesong, Galesong Utara, Galesong Selatan, Sanrobone, Mappakasunggu, dan Polombangkeng Selatan.

“Hasil survei kami yang dirilis LG Martcom pasangan SK-HD meraih 56,32 perssen suara dan Bur-Nojeng 43,68 persen suara. Selisihnya hanya 10 persen,”tutur Ariady.

“Sedangkan versi CRC 61,3 persen untuk Bur-Nojeng dan SK-HD 29,8 persen suara. Jauh sekali. Padahal kami menggunakan sampling 1000 dan versi CRC hanya 400 orang. Ini bisa diliat surveinya tak benar,”Ariady menambahkan.

Dalam survei LG Martcom pula, menyebutkan bahwa partisipasi pemilih masih 21 persen sedangkan yang masih ragu-ragu untuk memilih sebesar 23 persen. Adapun belum menentukan pilihan sebanyak 76 persen.

Menanggapi hal ini direktur riset CRC Andi Wahyu mengatakan pihaknya menunggu saja apa gugatan mereka. Sebab, ia berdalih belum menerima secara resmi gugatan yang akan dilayangkan.

Terkait hasil surveinya, Andi menuturkan, hasil ini bisa dipertanggung jawabkan karena survei itu dilakukan berdasarkan metedologi ilmiah dan benar. Tanpa dilakukan penambahan ataupun pengurangan. (**)

Baca Juga: CRC Sebut Money Politic Tak Berpengaruh di Pilkada Takalar