Soal 1.535 Warga Terancam Tak Memilih, Ini Saran KPU

14 Februari 2017 19:49
Ketua KPU Takalar Jussalim Samak usai menggelar rapat Pembahasan di Kantor KPU Takalar, Selasa (14/2/2017).

TAKALAR, INIKATA.com— Adanya 1.000 lebih warga Takalar yang tidak memiliki Surat keterangan (Suket) pengganti KTP dan terancam tidak menyalurkan suaranya di hari pencoblosan, Rabu besok (15/2/2017), masih memiliki harapan.

Ketua KPU Kabupaten Takalar Jussalim Samak mengatakan, pemilih yang dicoret saat penetapan daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 4.623 orang, dan telah disaring 3.088 orang.

Saat ini sisa 1.535 orang yang dinyatakan tidak lengkap secara administrasi dan tidak bisa memilih, namun, Nur Arfah menyebutkan, kesempatan untuk memilih dapat terlaksana jika warga tersebut mengambil Suket di Disdukcapil di hari pencoblosan.

Akan tetapi, mereka yang telah mengambil suket di didukcapil baru bisa melakukan pencoblosan setelah DPT malkukannya, yakni jam 12.00 Wita.

Baca juga: 31.000 Calon Pemilih di Takalar Terancam Tidak Memilih Karena E-KTP

“Harus ke Disdukcapil ambil Suket, kalau nda, nda bisa memilih karena aturannya harus ada suket bagi yang tidak memiliki KTP elektrik,”jelasnya.

Sementara Komisioner KPU Sulsel bagian Divisi Data, Ana mengatakan, Disdukcapil juga harus mengambil peran, apalagi dibeberapa kejadian banyak warga yang diarahkan untuk mengurus suket.

Baca juga: 31 Ribu Yang Tak Memiliki e-KTP Dapat Menggunakan Hak Pilihnya di Pilkada Takalar

“Kalau kinerja KPU luar biasa dari 4 ribuan menjadi seribuan itu sangat luar biasa, tinggal Disdukcapil juga harus berperan disini,”kata Ana saat ditemui di kantor KPU Takalar.(**)