Golkar Bantah NH Yang Paling Bertangggung Jawab Kekalahan Bur-Nojeng di Takalar

17 Februari 2017 18:09
Nurdin Halid

MAKASSAR, INIKATA.com–Belum-pastinya kemenangan kandidat bupati dan wakil bupati Pilkada Takalar 2017 dari Nomor Urut 1 Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) telah menimbulkan polemik di publik. Seharusnya Bur-Nojeng menang telak. Namun justru menang tipis, baik versi Hitung Cepat maupun Hitungan Sementara KPU Takalar.

Pada intinya, polemik tentang tidak jelasnya kemenangan Bur-Nojeng ini pun menyerempet Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. Memang, Partai Golkar adalah salah satu pengusung Bur-Nojeng selain PAN, PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Demokrat, Gerindra, dan beberapa partai lainnya.

Terkait polemik itu, Andi Muh.Zulkarnain, Ketua Biro Perdagangan dan Industri DPD Golkar Sulsel, pun angkat bicara. Menurutnya, Partai Golkar sudah bekerja dengan baik di Takalar.

‘’Tapi jangan lupa, ketua tim pemenangan Bur-Nojeng itu adalah Ibu Thita, wakil bendahara DPP PAN, bukan dari Golkar. Anggota DPR RI fraksi PAN. Bukan Pak Nurdin ketua tim di sana,’’ ujar Zul, Jumat (17/2/2017).

Apakah menetapkan Bur-Nojeng itu adalah hal yang tidak dipertimbangkan dengan baik? Ditanyakan mengenai hal itu, Zul yang juga mantan Community Relation Officer PT Vale ini, juga merinci bahwa pasangan Bur-Nojeng itu sudah melalui mekanisme partai.

“Semua mekanisme dan syarat telah terporses dengan baik di bawah arahan Pak Komandan SYL selaku ketua Golkar Sulsel pada saat itu,’’ujar Zul.

Zul juga menambahkan bahwa tidak etis mendikotomi antara Nurdin Halid dan Syahrul Yasin Limpo terkait polemik kemenangan Bur-Nojeng di Pilkada Takalar.

Baca juga: Tim Bur-Nojeng Tuding KPUD Takalar Tidak Netral

‘’Ibu Thita yang ketua tim pemenangan Bur-Nojeng itu, anaknya pak Gubernur. Pak Komandan. Bukan anaknya Pak Nurdin Halid. Kalau soal dia ketua Golkar Sulsel, ada juga pak Wittiri ketua PDI Perjuangan. Pak Nikmatullah Partai Demokrat,’’ kata Andi Zul menambahkan.

Pada intinya Andi Zul menegaskan bahwa tidak baik melihat peristiwa dengan kacamata dengki dan kebencian. Misalnya, kata Andi Zul menjelaskan, kalau pada akhirnya nanti Bur-Nojeng yang menang, lantas disebut karena ketua tim. Sebaliknya, jika pada akhirnya tidak menang, maka pak Nurdin Halid dan Golkar yang dituding tidak becus.

Baca juga: Tak Berkutik di Takalar, NH Dicibir Kader Beringin

‘’Kalau ada hasil yang baik-baik, ambil semua mi. Susah begitu,” ujar Andi Zul menyindir.(**)