Jalur Independen Wajib Kantongi Dukungan Kurang Lebih 20 Ribu KTP

28 Februari 2017 14:47
Ilustrasi.

SIDRAP, INIKATA.com – Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidrap memastikan adanya kesempatan bagi bakal calon bupati Sidrap 2018 yang akan ikut bertarung melalui jalur independen. Namun demikian, berlaku syarat penting untuk maju berkompetisi dengan kandidat lainnya.

Syarat penting tersebut, yaitu, bakal calon bupati (Bacabup) harus mengantongi dukungan kartu tanda penduduk (KTP) minimal kurang lebih 20 ribu lembar, itu khusus untuk jalur perseorangan atau independen.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sidrap, Alimuddin Baharuddin, yang ditemui di kantor KPUD, di Pangkajene, Sidrap, Selasa (28/2/2017).

Menurutnya, besaran jumlah dukungan KTP bagi bakal calon bupati jalur independen di Pilkada Sidrap itu dilihat dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dikalikan 8,5 persen, dan data ini kita gunakan jika merujuk data DPT Pilpres 2014, DPT kita 224.903 orang.

Ia mengatakan, namun demikian, proses pencalonan melalui jalur independen di Pilkada Sidrap 2018 mendatang tidak semudah apa yang dibayangkan, karena  sistem verifikasi KTP lebih ketat dari Pilkada sebelumnya.

“Pada pilkada mendatang, verifikasi KTP memakai sistem sensus, dimana penyelenggara pilkada akan langsung mendatangi pemilik KTP untuk memastikan keabsahan dukungannya terhadap bakal calon Bupati yang dimaksud,” ujar Alba, panggilan akrab Alimuddin Baharuddin.

Sementara itu, Ketua DPD II PAN Sidrap, Andi Ikhsan Hamidah, merasa pesimis akan lahir bakal calon Bupati Sidrap jalur independen di Pilkada Sidrap 2018 nanti. Selain jumlah dukungan KTP yang cukup tinggi, yakni 8,5 persen dari jumlah penduduk, plus ketatnya verifikasi faktual, juga ada sanksi pidana yang siap menjerat.

“Dukungan KTP itukan tidak bisa direkayasa, apabila kedapatan, bukan hanya sanksi administrasi yang akan diterima bakal calon, tetapi juga berpotensi dijerat pelanggaran pidana,” kata Ikhsan. (**)