Husain Rasul Mundur dari Partai Golkar

1 Maret 2017 18:27
Husan Rasul memperlihatkan surat pengunduran dirinya dari Partai Golkar

MAROS, INIKATA.com-Mantan Ketua DPD II Golkar Maros, Husain Rasul resmi mengundurkan diri partai beringin tersebut. Pengundurannya dilakukan secara tertulis, Rabu (1/3/2017).

Selain dia, ratusan pengurus Golkar di tingkat Kecamatan dan Desa, juga mengundurkan diri dan memilih ikut ke Husain Rasul.

Surat pengunduran massal tersebut dibuat dan ditandatangani di Warkop Bagas Jl Jenderal Sudirman, Maros.

“Saya tidak mengundurkan diri begitu saja. Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Saya juga sudah berkordinasi dengan DPP, DPD I dan DPD II,” kata Husain Rasul.

Puang Cuceng sapaan akrabnya mengaku, tidak pernah mengintervensi sejumlah pengurus lainnya untuk keluar dari Golkar. Pengurus tersebut berinisiatif sendiri.

Husain Rasul meninggalkan partai yang dibesarkannya itu karena situasi Golkar saat ini semakin tidak jelas dan tidak membuatnya merasa nyaman.

“Kita itu berpartai atau berorganisasi karena merasa nyaman. Tapi kalau sudah tidak nyaman karena suatu hal, untuk apa kita bertahan. Mending kita cari pilihan lain. Hidup ini pilihan,” katanya.

Sebelumnya, Puang Cuceng meminta supaya Musda Golkar Maros ditunda untuk sementara, sebelum internal sudah normal kembali. Apalagi, kondisi Golkar sudah mulai terpecah.

“Saya tidak kecewa, cuma saya hanya meminta supaya Musda diundur sedikit sampai Golkar utuh. Tapi Musda dipaksakan, akibatnya kepengurusan Golkar terpecah,” katanya.

Husain Rasul mengaku tidak gila jabatan dan bersedia mundur dari Golkar jika sudah diberi kesempatan untuk memperbaiki Golkar. Namun upaya tersebut ditolak oleh Plt Ketua Golkar, Ambas Syam.

Siapapun yang menjabat sebagai ketua, Husain Rasul tidak mempermasalahkannya. Pasalnya, dua bakal calon ketua yakni Patarai Amir dan Rusdi Rasyid adalah kader sekaligus keluarganya.

“Saya tidak permasalahkan siapapun jadi ketua. Dua bakal calon itu merupakan keluarga. Kemarin saya hanya minta supaya kepengurusan internal Golkar dibenahi dulu. Saya siap mundur,” katanya.

surat pengunduran diri tersebut kemudian dibawa dan disetor ke sekertariat Golkar di pasar tua Turikale Maros.

Husain Rasul sudah mengantongi nama partai lain yang akan dimasukinya. Hanya saja, dia belum mau menyebutnya. Untuk beberapa hari kedepan, dia masih memilih untuk beristrahat.

“Sudah ada partai lain, yang jelas bukan Golkar. Nantilah saya sebut. Saya mau istrahat dan menjadi orang bebas untuj sementara. Kalau kita jadi pengurus partai, berarti kita terikat,” katanya.

Beberapa partai sudah melamar Husain Rasul, namun pilihannya belum ditentukan. Meski pindah partai, dia memilih untuk menjadi pengurus saja dan bukan jadi Ketua.

“Saya tidak gila jabatan. Kalau di partai lain, saya hanya mau jadi anggota saja. Kalau posisi Ketua, mungkin belum. Saya akan tetap jadi politisi karena itu sudah mengalir di tubuh,” ujarnya.

Sementara, Ketua Golkar Kecamatan Turikale, Mallarangeng mengatakan, ia mengundurkan diri, karena mengikuti Husain Rasul. Dia hanya mengikuti tokoh politik yang disenanginya.

Baca juga: Demi Thita, SYL Isyaratkan Mundur Dari Musda Golkar

Padahal dia menjadi pengurus Golkar sejak 1996. Sejak Husain Rasul menjadi ketua, Mallarangeng mengaku nyaman dan tidak pernah terjadi konflik.

“Saya ini kadernya Puang Cuceng. Jadi kemanapun dia berpartai saya ikut. Warga itu tidak melihat partainya, tapi tokoh politiknya. Saya merasa nyaman saat Puang Cuceng jadi ketua,” katanya.

Baca juga: Paket NH-Roem Dinilai Menebalkan Militansi Partai Golkar Sulsel

Sejumlah pengurus Golkar Maros yang mengundurkan diri tersebut diantaranya, dari Turikale, Lau, Maros Baru, Cenrana dan beberapa Kecamatan lainnya.(**)