Pilgub 2018, Akademisi Nilai Paket Rusdi Masse-NA Paling Kuat

22 April 2017 8:51
Bupati Rusdi Masse

MAKASSAR, INIKATA.com — Pilkada gubernur Sulsel masih tergolong lama, namun sejumlah bakal kandidat gubernur sudah bermunculan. Ada Ichsan Yasin Limpo, Burhanuddin Andi, Rivai Ras, Rusdi Masse (RMS),Nurdin Abdullah (NA), Agus Arifin Nu’mang dan lain sebagainya.

Sejumlah bakal calon ini saat ini sedang melakukan sosialisasi di tengah masyarakat. Ichsan YL meski belum mendapatkan kendaraan partai politik, namun dia sudah mendeklarasikan diri maju. Begitu pun dengan Nurdin Abdullah (NA).

Nurdin Halid adalah satu satunya bakal kandidat yang terlihat siap. Telah menyatakan diri ingin maju, pun Partai Golkar telah merestuinya.

Sementara itu Ketua NasDem Sulsel yang juga Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS) sampai saat ini belum menyatakan sikap apakah maju atau tidak, namun dorongan masyarakat arus bawah menghendaki RMS maju di pilgub.

“Kalau Pak Rusdi maju di pilgub sebagai 01 itu sangat luar biasa sekali. Dia itu Pak Rusdi akan jadi kuda hitam yakin saja,” ujar pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Dr Iqbal Sultan, Jumat (21/4/2017) malam di Makassar.

Bahkan Dia menyebutkan, jika RMS jadi maju itu berarti kekalahan awal bagi para bakal kandidat lain karena RMS yang sebelum sebelumnya dianggap sebagai tokoh biasa biasa saja ternyata menjadi tokoh yang luar biasa.

Lalu siap tokoh yang layak dan tergolong kuat mendampingi RMS? Dr Iqbal Sultan mengatakan, jika mau jujur RMS pasangan dengan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA).

“Meski itu tergolong sulit dan belum mewacana, tapi kalau itu jadi RMS-NA sangat kuat. Hanya saja persoalannya kembali pada lobi politik. Karena politik itu semua bisa terjadi,” ujar Iqbal.

Hanya saja Iqbal menyebutkan butuh komunikasi kuat untuk menyatukan pasangan RMS-NA. Karena NA sejak awal ingin 01. Tapi sampai saat ini tidak ada kendaraan politiknya.

Tapi ingat, lanjutnya, RMS punya partai, punya kekuatan finansial dan punya kekuatan basis massa di luar Sidrap dan sekitarnya.

Lalu bagaimana dengan pasangan NA dan Tanri Bali? Pasangan ini sulit menang karena tidak memiliki kekuatan untuk menarik partai politik. Kekuatan massa Tanri juga tidak kuat.

Lalu bagaimana IYL dan RMS, Iqbal Sultan mengatakan, bagus juga tapi karakter kedua figur ini sama dan cenderung tidak bisa disatukan dalam pasangan pilgub.

Hal yang sama juga dikatakan pengamat sosial politik dari UIN Alauddin Prof Dr Hamdan Juhannis.

“Kalau dari sisi geopolitik antara RMS dan NA berpasangan, itu sangat menarik memang,” ujar Prof Hamdan.

Alasan lain selain geopolitik, antara RMS dan NA memiliki prestasi besar di masing masing daerah yang mereka pimpin. RMS mampu memajukan Sidrap dan menempatkan kabupaten Sidrap sebagai kabupaten dengan angka kemiskinan paling rendah di Sulsel sejak 2014 lalu sampai sekarang.

Sedangkan NA mampu membawa perubahan secara fisik di Kabupaten Bantaeng selama dua periode.